Di awali dengan mengelola perusahaan kecil sebagai perseroan terbatas, keberhasilan manajemen pada tahun-tahun berikutnya dibuktikan dengan semakin maju dan berkembangnya perusahaan tersebut.

Tergambar dengan perolehan Aset, Pendapatan, dan Laba yang semakin meningkat.

Sebagai perusahaan kecil yang telah tumbuh dan berkembang pesat, ternyata tidak cukup bila pemegang saham-nya berkeinginan memperluas usaha (ekspansi), menambah sistem jaringan bisnis, menguasai pangsa pasar, dan men-goal-kan strategi perusahaan melalui aksi strategis-nya.

Tidak cukup hanya 1 (satu) perusahaan saja, begitulah pemikiran yang ada di pemegang saham.

Aksi korporasi berikutnya yang digulirkan pemegang saham adalah, apakah kita mendirikan perusahaan baru? Atau apakah kita meng-akuisisi perusahaan lain? Atau bergabung dengan mitra srategis lainnya?

Begitulah awal mulanya terjadi kelompok-kelompok usaha (group accounts).

Transaksi strategis sebagai bagian dari aksi korporasi, dewasa ini banyak sekali modelnya. Tergantung dari tujuan yang hendak dicapai dan kesepakatan shareholders.

Proses yang panjang dan terkadang rumit, di sisi lain pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) menginginkan adanya pengungkapan (disclosures) dan penyajian (presentations) yang memudahkan mereka untuk dapat mengetahui bagaimana manajemen perusahaan melaksanakan dan menjalankannya dengan baik.

Laporan Keuangan single entity/stand alone yang sebelumnya sudah terbiasa disusun oleh manajemen kini mengalami perkembangan, yaitu manajemen perlu memperhatikan persyaratan-persyaratan untuk dapat menyajikan Laporan Keuangan Konsolidasian kelompok usahanya.

Nah di sinilah letak persoalannya. Sulitkah menyusun dan menyajikan laporan keuangan konsolidasian?

Penyusunan dan penyajian laporan keuangan wajib mengikuti Standar Akuntansi Keuangan yang diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang di-rilis oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sebagai organisasi para professional di bidang Akuntansi.

Kemampuan menguasai dan menerapkan PSAK dan terus mengikuti perkembangannya wajib dipenuhi oleh CFOs maupun oleh Manajer-manajer Keuangan.

Persyaratan penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian beberapa di antaranya;

  • Menerapkan PSAK-PSAK yang relevan (umum dan khusus), yaitu:
    • Umum
      • PSAK 1, PSAK 2, PSAK 3, & PSAK 4
      • PSAK 25
    • Khusus
      • PSAK 65
      • PSAK 15, PSAK 22, PSAK 38, PSAK 66
  • Melakukan Prosedur Konsolidasi
    Referensi standar menjalankan prosedur konsolidasi dapat dipelajari pada PSAK 4 Revisi 2009 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. Sekarang, untuk Standar Akuntansi bagi Laporan Keuangan Konsolidasian telah dipisahkan ke PSAK 65.

Tentunya, pembaca disarankan untuk secara langsung berinteraksi dengan PSAK-PSAK tersebut di atas agar lebih memahami setiap paragraph yang tertuang di dalamnya.