Berinvestasi di pasar modal. Wow kereen. Demikian para investor muda mengungkapkannya. Memiliki 1 lot saham Perusahaan Publik merupakan kebanggaan bagi investor pemula.

Muda, visioner. Sekarang, putuskan, lihat hasil investasi di masa mendatang.

Antusiasme yang begitu tinggi di kalangan investor muda, terpancar. Mereka inilah yang di 10 sampai 20 tahun mendatang akan menjadi penggerak pasar modal Indonesia.

Jumlah kaum muda yang telah terjun berinvestasi di pasar modal 19.116 orang sepanjang tahun 2016. Para investor muda berdasarkan cluster usia terbanyak di usia 21 sampai dengan 25 tahun.

Infografis di bawah ini menunjukkan bahwa di usia sekolah pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), mereka telah tertarik dengan pasar modal.

Sumber : http://www.idx.co.id (diolah)

Berbekal pengetahuan yang cukup, adalah penting bagi kita untuk berinvestasi di pasar modal. Investasi di pasar modal tergolong jenis investasi dengan tingkat pengetahuan tinggi.

Oleh karena itu, proses belajar terus-menerus dibutuhkan oleh mereka yang terjun di pasar modal.

Kali ini, kita coba memahami bagaimana dividen sebagai salah satu instrumen investasi bagi para investor di pasar modal.

Perusahaan terbuka yang merealisasikan pembagian dividen, adalah tempat yang menarik untuk berinvestasi. Mengapa?

Jikalau suatu perusahaan terbuka telah memutuskan untuk membagikan dividen melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, maka dapat dikatakan bahwa hampir semua elemen organ perusahaan akan bergerak. Mengapa demikian?

Proses memutuskan bahwa perusahaan terbuka membagikan dividen, merupakan proses yang panjang. Perencanaan yang baik sampai dengan eksekusi pembayaran dividen, melibatkan organ-organ perusahaan secara positif untuk melaksanakan kebijakan pembagian dividen tersebut.

Pembagian dividen di Perusahaan Terbuka, telah diatur standar bakunya oleh Otoritas Pasar Modal yaitu Bursa Efek Indonesia dan Pengawas Pasar Modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan.

Lebih jauh tata cara pembagian dividen, silakan pembaca mendalaminya melalui peraturan Bursa maupun POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan).

Pembentukan harga (price building) saham di pasar modal secara teoretis terdapat unsur dividen di dalamnya. Mengekstraksi formula Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Security Market Line (SML) membutuhkan pengetahuan yang baik berupa formula itu sendiri dan data atau informasi yang dipergunakan.

Formula CAPM umumnya dipergunakan untuk memprediksi harga perolehan yang diharapkan dari sekuritas tertentu (return on investment).

Harga pasar atau harga wajar saham di bursa diperoleh dari proses tawar-menawar (price negotiation) berdasarkan perintah beli dan jual. Investor dalam proses tawar-menawar ini mengharapkan suatu harga terbaik yang diperolehnya.

Sehingga menghubungkan harga yang diinginkan dengan perolehan penghasilan dividen atas kepemilikan saham tersebut.

Bagi investor, saat mereka yakin bahwa harga yang terbentuk telah memuat komponen dividen didalamnya, maka itulah harga yang terbaik. Horison waktu memegang saham tersebut apakah jangka pendek atau lebih dari itu, sangat tergantung pada persepsi harga yang telah berhasil dikuasainya.

Beberapa pertimbangan investor terhadap dividen yang dideklarasikan oleh perusahaan terbuka, bagi internal investor, sebagai berikut:

  1. Penerimaan dividen tunai
    Investor mengalokasikannya sebagai anggaran kas (cash budget) untuk keperluan pembelanjaan (operation expense) atau investasi (investment/capital expense) dalam anggaran investasi/modalnya (investment budget).
  2. Harga saham pada posisi terbaik pada hari perdagangan (intraday price)
    Bagi investor harga saham perusahaan terbuka dimana terdapat aksi korporasi untuk membagikan atau tidak membagikan dividen, dipertimbangkannya apakah tetap memegang saham tersebut (hold) atau melepasnya (sales order).
  3. Kompensasi risiko
    Investor memperlakukan dividen sebagai kompensasi atas terdampaknya (exsposure) risiko yang non-diversifiable atau risiko yang sistematik (systematic risk). Dampak ini berupa kejadian-kejadian di pasar modal yang mempengaruhi volatilitas harga disebabkan oleh kondisi di luar kendali emiten (risiko ini merupakan risiko tidak unik). Risiko memegang saham suatu perusahaan terbuka dapat terkompensasi dengan kinerja perusahaan terbuka yang merealisasikan penambahan kekayaan pemegang sahamnya melalui pembagian dividen.

Perlu investor muda ketahui bahwa, perusahaan terbuka tidak berkewajiban membagikan dividen setiap kali kinerja tahunnya telah disahkan dalam RUPS Tahunan. Oleh karena itu, investor muda sangat dianjurkan memperoleh informasi yang cukup terhadap suatu perusahaan terbuka.

Sehingga dividend policy pada suatu perusahaan terbuka menjadi pertimbangan investor muda untuk membeli atau menjual harga saham yang terbentuk di pasar. Keterbukaan informasi perusahaan terbuka dijamin oleh Operator maupun Regulator Bursa Efek Indonesia. Bacalah informasi yang tersedia baik itu berupa Annual Report, Financial Report, maupun Sirkulasi Lainnya (Investor News di web PerusahaanTerbuka) pada media-media yang tersedia bagi Investor.

Perusahaan terbuka dimana memiliki kebijakan membagikan dividen tentunya akan lebih menarik bagi investor muda. Setidaknya investor muda berkeyakinan bahwa bagian keuntungan perusahaan terbuka (laba bersih setelah pajak / earnings after tax) telah diperolehnya sebagai salah satu pemegang sahamnya.