Revaluasi aset tetap adalah salah satu cara bagi perusahaan  untuk memperbaiki nilai tercatat (carrying amount) pada aset tetap yang dimilikinya. Secara umum nilai tercatat asset (asset value) berdasarkan nilai historis (historical value) sebagai pencerminan nilai perolehan aset tersebut pada tanggal perolehannya. Pencerminan nilai ini menunjukkan bahwa nilai yang terkandung pada aset tetap tidak dipengaruhi (mengikuti)  oleh perubahan nilai berdasarkan nilai wajar atau nilai pasar di tanggal tertentu. Perlu diketahui bahwa, penting sekali mempertahankan keandalan nilai aset tetap dikarenakan sebagai salah satu faktor produksi terdapat unsur biaya aset pada harga pokok produksi/biaya operasi (overhead production cost) berupa beban penyusutan (depreciations cost)  dimana tidak boleh terjadi distorsi dalam kalkulasi beban penyusutan. Basis kalkulasi beban penyusutan didasarkan pada Nilai Tercatat yang telah teruji (andal) sehingga mampu terukur dalam melewati beberapa periode akuntansi sejalan dengan manfaat ekonomisnya.

Aset tetap merupakan komponen pos dalam Laporan Posisi Keuangan atau Neraca secara umum memiliki nilai yang signifikan terhadap total aset dan merupakan pos yang strategis dalam bagian total aset entitas. Dengan  nilai yang signifikan tersebut, tentunya perusahaan/entitas berkepentingan untuk memastikan bahwa pengukuran atas nilai aset telah tepat (proper measurement) sehingga dapat memperoleh manfaat dari penggunaan pelaporan keuangan. Sedangkan esensi strategis aset tetap diartikan sebagai kemampuan fungsi  aset tetap dalam mendukung sistem operasi dan administratif perusahaan untuk memperoleh pendapatan usaha secara optimal secara terus menerus (continuing operations).

Di sisi lainnya, kontribusi aset tetap pada aktivitas atau operasional perusahaan secara umum memainkan peranan yang vital tergambar dari perolehan revenue ditunjang dari pengoperasian aset tetap yang dimiliki dengan baik. Keandalan pengoperasian aset tetap tersebut dipastikan harus senantiasa terjaga agar tidak terjadi kegagalan dalam sistem operasi dan administrasi perusahaan yang pada gilirannya akan mengganggu perolehan revenue-nya.  Operasi normal perusahaan yang terus berlangsung menunjukkan kemampuan daya dukung aset berjalan dengan baik.

Aset Tetap Proyek

Aset Tetap yang dihasilkan suatu proyek

Kemampuan mengoperasikan aset tetap dengan baik selama umur ekonomisnya atau masa manfaatnya harus menjadi perhatian bagi manajemen di bidang operasi. Umur ekonomis atau masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun menunjukkan aset tetap berkemampuan dioperasikan melewati 1 (satu) periode pelaporan keuangan. Dengan demikian, alokasi biaya pemanfaatan aset tetap dilakukan dengan mekanisme depresiasi atau penyusutan aset tetap. Pada periode biaya depresiasi aset tetap, perusahaan dapat memperoleh keuntungan berupa telah diketahuinya pola biaya depresiasi untuk penentuan harga pokok dari produk atau jasa yang dihasilkan. Oleh karena itu, sejak tanggal diperoleh dan dioperasikannya aset tetap sampai dengan berakhirnya umur ekonomis atau masa manfaat, merupakan periode-periode penting yang sering dilupakan.  Hal ini disebabkan karena pemahaman tentang aset tetap hanya sebatas bahwa perusahaan telah memiliki aset tetap dan kemudian telah beroperasi dengan baik dan tidak memberikan masalah yang berarti selama masa pengoperasiannya.

Seringkali dilupakan bila dimana nilai buku aset tetap (net book value)  telah mendekati nilai sisanya (residual value), namun secara fisik aset tersebut masih berfungsi dengan baik, maka manajemen beranggapan bahwa hal tersebut merupakan keuntungan biaya produksi terhadap harga pokok produk atau jasa. Manajemen aset tetap demikian penting meliputi aspek keuangan atas aset dan aspek non keuangan seperti pemeliharaan, perbaikan, peningkatan, relokasi, restorasi dan pelepasan (disposal) aset. Oleh karena itu menilik kontribusi aset secara keuangan sangat perlu dicermati agar pengaruhnya diperhitungkan dalam kinerja keuangan.

Oleh karena itu menilai aset tetap menjadi focus bagi CFO agar kemampuan kondisi keuangan dapat lebih baik dalam rangka menjaga kelangsungan jalannya perusahaan. Contoh nyata bagaimana aset tetap demikian penting dapat kita lihat pada perusahaan penyedia tenaga listrik. Tanpa aset tetap berupa mesin-mesin pembangkit listrik, transmisi tegangan listrik, jaringan distribusi ke pelanggan, apakah perusahaan tersebut dapat menghasilkan listrik untuk dijual?

Ketika aset tetap menjadi ukuran nilai perusahaan, maka mengapa kita harus memahami bagaimana sebenarnya nilai atas aset tetap. Nilai historis aset tetap yang dikenal dengan nilai perolehannya pada saat asset tetap tesebut diperoleh, sudah memberikan masa manfaat yang panjang, katakanlah sudah 40 (empat puluh) tahun aset tepat tersebut dioperasikan. Lalu bagaimana nilai aset tetap tersebut saat ini?

Apakah nilai aset tetap mengalami pengurangan? Depresiasi merupakan pasangan aset tetap untuk membantu mengukur seberapa besar nilai aset tetap yang telah terpakai dalam periode manfaat. Jika karena faktor pemeliharaan memberikan dampak pada semakin panjangnya masa manfaat aset tetap tersebut, bagaimana memanfaatkan keuntungan yang demikian?

Optimalisasi nilai aset tetap, sebenarnya adalah peluang untuk memberikan nilai tambah bagi kinerja perusahaan. Optimalisasi aset tetap yang dimaksud adalah bagaimana menilai ulang kembali (revaluation) aset tetap yang dimiliki agar dapat diketahui apakah aset tersebut masih memberikan manfaat ekonomis di masa mendatang sehingga dapat memberikan keuntungan finansial melalui  leveraging.

Berlanjut pada artikel berikutnya…